Nadh's Blog

Roda slalu berputar, kata” ini tergolong kata” yg bermuatan sindiran yg membangun, yg slalu di umbar ketika seseorg berada di tmpt terbawah. Dapat di bayangkan bagaimana org lain yg brada di atas ketika mendengarnya, tertawa, berbangga, atau bahkan berpikir.
Bagaimana dgn kata” Karma pasti berlaku, ya benar sekali, kata” ini bkn sekedar sindiran melainkan sumpah dr org yg merasa tersakiti dan tdk d hargai, biasanya sii dlm hal percintaan.
Namun terkdang kata” ini tdk memiliki efek yg besar bagi si objek, alasanya bnyk, tp yg plg nyata dan hrus di ingat dan di pertimbangkan sebelum tersebut dr mulut, sadarkan diri dan refleksikan semua hal yg pernah anda lakukan, berdialog lah dgn diri sendiri “apakah kesakitan yg saya rasakan saat ini merupakan balasan nyata dr perbuatan yg anda lakukan di masa lalu” jika ya sebaiknya urungkan niat untk berkata2 dan mohon ampun lah, jika anda menganggp tidak, lebih baik anda menelaah kalimat ini, “keimanan kpd Tuhan dr masing2 org berbeda, begitu juga cr memandang masalah, sesungguhnya Ia lebih mengetahui apa-apa yg tidak kita ketahui.” selanjutnya terserah anda.

Karma yg notaben ny brasal dr yg maha pencipta di agp selalu berlaku terhdp orglain yg menyakiti diri kita, namun “Tuhan it maha adil kawan, Ia mengetahui segalanya, siapa yg benar dan siapa yg slah.”

Kata” bukanlah skedar kata” bagi sbgian org, bs menjadi teguran, bs jg mnjadi pujian, atau bahkan cemooh. Jika ada pertanyaan, apakah Senjata terdahsyat yg manusia miliki, tdk lain dan tdk bukan jawabanya adalah kata-kata. Sekilas tdk ada yg istimewa, kata” hny gabungan dr huruf” yg di gabungkan, di beri jarak atau spasi, tanda titik koma tanya seru sbgai rambu” pengubah nada dan maksud. Kata” juga Tidak terkomposisi dr alat berat aplg zat kimia. Sungguh simpel namun mampu menembus hingga ke hati cukup dgn hitungan detik. Terkadang kejam terlihat, hidup seseorg harus hancur hanya krn kata”, tp terlihat lbh konyol ketika si pembuat kata” merasakan apa yg di lontarkanya sendiri.

Tidak ingatkah mereka yg menggunakan dirinya sebagai mesin pembuat kata” yang kurang bijak, kasar dan pedas bahwa kata” yg mereka lontarkan sesungguhnya hanya akan menjadi amunisi yg akan di keluarkan mesin-mesin pembuat kata lainya yg suatu saat siap mengembalikan ke padanya ataukah mendapatkan balasan dengan cara lain.  Seperti yang sebelumnya, kata-kata mampu menembus hati seseorang, hingga tidak perlu sumpah dari orang yang tersakiti, pada saatnya semua akan datang padamu, sekarang besok lusa atau nanti.

TUGAS MATAKULIAH PSIKOLOGI

Kepribadian dan Penilaiannya

Konsep Dasar Kepribadian

Secara umum, ilmu psikologi adalah ilmu yang mempelajari cara untuk membentuk tingkah laku yang baru melalui proses asosiasi. Tingkah laku manusia dipengaruhi oleh lingkungannya, dan juga oleh faktor genetik yang sudah ada sejak lahir. Lingkungan dapat mempengaruhi kepribadian individu, namun relatif dapat diubah dengan cara mengubah lingkungannya. Dengan begitu, terdapat salah satu cabang ilmu psikologi yang cukup penting peranannya yaitu Psikologi Kepribadian.
Kepribadian itu memiliki banyak arti, bahkan karena banyaknya boleh dikatakan jumlah definisi dan arti dari kepribadian adalah sejumlah orang yang menafsirkannya. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan dalam penyusunan teori, penelitian dan pengukurannya. Namun Kepribadian dapat didefinisikan sebagai pola prilaku dan cara berpikir yang khas, yang menentukan penyesuaian diri seseorang terhadap lingkungan (Rita and Richard, 1993).

I. Kepribadian secara Umum
Personality atau kepribadian berasal dari kata persona, kata persona merujuk pada topeng yang biasa digunakan para pemain sandiwara di Zaman Romawi. Secara umum kepribadian menunjuk pada bagaimana individu tampil dan menimbulkan kesan bagi individu-individu lainnya. Pada dasarnya definisi dari kepribadian secara umum ini adalah lemah karena hanya menilai perilaku yang dapat diamati saja dan tidak mengabaikan kemungkinan bahwa ciri-ciri ini bisa berubah tergantung pada situasi sekitarnya selain itu definisi ini disebut lemah karena sifatnya yang bersifat evaluatif (menilai), bagaimanapun pada dasarnya kepribadian itu tidak dapat dinilai “baik” atau “buruk” karena bersifat netral.
1.1 Kepribadian Menurut Ahli Psikologi
Untuk menjelaskan kepribadian menurut psikologi digunakan teori dari George Kelly yang memandang bahwa kepribadian sebagai cara yang unik dari individu dalam mengartikan pengalaman-pengalaman hidupnya. Sementara Gordon Allport merumuskan kepribadian sebagai “sesuatu” yang terdapat dalam diri individu yang membimbing dan memberi arah kepada seluruh tingkah laku individu yang bersangkutan. Lebih detail tentang definisi kepribadian menurut Allport yaitu kepribadian adalah suatu organisasi yang dinamis dari sistem psikofisik individu yang menentukan tingkah laku dan pikiran individu secara khas.
Allport menggunakan istilah sistem psikofisik dengan maksud menunjukkan bahwa jiwa dan raga manusia adalah suatu sistem yang terpadu dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain, serta diantara keduanya selalu terjadi interaksi dalam mengarahkan tingkah laku. Sedangkan istilah khas dalam batasan kepribadian Allport itu memiliki arti bahwa setiap individu memiliki kepribadiannya sendiri. Tidak ada dua orang yang berkepribadian sama, karena itu tidak ada dua orang yang berperilaku sama. Sigmund Freud memandang kepribadian sebagai suatu struktur yang terdiri dari tiga sistem yaitu Id, Ego dan Superego. Dan tingkah laku, menurut Freud, tidak lain merupakan hasil dari konflik dan rekonsiliasi ketiga sistem kerpibadian tersebut.
Menurut Larsen & Buss (2002) kepribadian merupakan sekumpulan trait psikologis dan mekanisme didalam individu yang diorganisasikan, relatif bertahan yang mempengaruhi interaksi dan adaptasi individu didalam lingkungan (meliputi lingkungan intrafisik, fisik dan lingkungan sosial). Dari berbagai definisi diatas dapat disimpulkan bahwa kepribadian menurut peneliti adalah sebuah karakteristik di dalam diri individu yang relatif menetap, bertahan, yang mempengaruhi penyesuaian diri individu terhadap lingkungan. Dasar penelitian tingkah laku manusia tersebut dilakukan secara objektif melalui riset dan data empiris dengan berbagai pendekatan. Pendekatan dilakukan karena kepribadian tidak dapat dinilai dengan pasti.

Secara khusus faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya kepribadian ada dua yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan (Pervin & John, 2001).
1. Faktor genetik mempunyai peranan penting didalam menentukan kepribadian khususnya yang terkait dengan aspek yang unik dari individu (Caspi, 2000;Rowe, 1999, dalam Pervin & John, 2001). Pendekatan ini berargumen bahwa keturunan memainkan suatu bagian yang penting dalam menentukan kepribadian seseorang (Robbins, 1998).
2. Faktor lingkungan mempunyai pengaruh yang membuat seseorang sama dengan orang lain karena berbagai pengalaman yang dialaminya. Faktor lingkungan terdiri dari faktor budaya, kelas social, keluarga, teman sebaya, situasi. Diantara faktor lingkungan yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap kepribadian adalah pengalaman individu sebagai hasil dari budaya tertentu. Masing-masing budaya mempunyai aturan dan pola sangsi sendiri dari perilaku yang dipelajari, ritual dan kepercayaan. Hal ini berarti masing-masing anggota dari suatu budaya akan mempunyai karakteristik kepribadian tertentu yang umum (Pervin & John, 2001). Faktor lain yaitu faktor kelas sosial membantu menentukan status individu, peran yang mereka mainkan, tugas yang diembannya dan hak istimewa yang dimiliki. Faktor ini mempengaruhi bagaimana individu melihat dirinya dan bagaimana mereka mempersepsi anggota dari kelas sosial lain (Pervin & John, 2001). Salah satu faktor lingkungan yang paling penting adalah pengaruh keluarga (Collins et al., 2000; Halvelson & Wampler, 1997; Maccoby, 2000 dalam Pervin & John, 2001). Tuntutan yang berbeda dari situasi yang berlainan memunculkan aspek-aspek yang berlainan dari kepribadian seseorang (Robbins, 1998).

1.2 Pendekatan dalam Psikologi
1.2.1 Pendekatan Psikoanalisis
Pendekatan psikoanalisis dikembangkan oleh Sigmund Freud. Ia meyakini bahwa kehidupan individu sebagian besar dikuasai oleh alam bawah sadar. Sehingga tingkah laku banyak didasari oleh hal-hal yang tidak disadari, seperti keinginan, impuls, atau dorongan. Keinginan atau dorongan yang ditekan akan tetap hidup dalam alam bawah sadar dan sewaktu-waktu akan menuntut untuk dipuaskan.
a. Id yang bersifat insting/ rasa : Eros(konstruktif) dan Fhanatos (destruktif)
b. Ego yang berdasarkan prinsip realitas, akal
c. Super Ego yang bertindak berdasarkan nilai-nilai sosial atau nila-nilai kesadaran.

1.2.2 Behaviorisme
Pendekatan ini menyatakan prilaku seorang individu di bentuk dari lingkungan sekitarnya, yaitu dari lingkungan keluarga hingga di lingkungan bermasyarakat. Contohnya adalah percobaan yang dilakukan oleh J.B. Watson tentang percobaan terhadap seorang bayi pada umur 8 bulan. Awalnya bayi sangat suka dengan semua yang berbahan lembut dan berwarna putih. Pada percobaan ini, ketika bayi ingin mendekati hal-hal yang disukainya tersebut, bayi diperdengarkan suara bantingan yang sangat kuat, begitu seterusnya. Karena percobaan ini, si bayi jadi phobia terhadap hal-hal diatas yang berwarna putih dan bertekstur lembut.

1.2.3 Humanistik
Pendekatan fenomenologi ini lebih memperhatikan pada pengalaman subyektif individu karena itu tingkah laku sangat dipengaruhi oleh pandangan individu terhadap diri dan dunianya, konsep tentang dirinya, harga dirinya dan segala hal yang menyangkut kesadaran atau aktualisasi dirinya. Ini berarti melihat tingkah laku seseorang selalu dikaitkan dengan fenomena tentang dirinya.
Pendekatan Fenomenologis terhadap kepribadian mencakup teori-teori yang disebut
“humanistik” (karena teori-teori ini memfokuskan diri pada kualitas yang membedakan manusia dengan hewan, yaitu pengarahan diri dan kebebasan memilih) dan teori-teori “self” (karena teori-teori ini menyngkut pengalaman internal dan subjektif yang merupakan makna keberadaan seseorang).

Teori Humanistik atau Aktualisasi Diri, menurut Abraham Maslow bahwa humanistik adalah studi tentang orang-orang yang mengaktualisasikan dirinya mutlak menjadi pondasi bagi ilmu psikologi yang lebih semesta, dan ia menyatakan bahwa manusia bukanlah sekedar pelakon, tetapi pencari makna kehidupan. Kemudian Maslow memulai penyelidikan terhadap orang-orang yang ia anggap self actualizer (seseorang yang memanfaatkan potensi diri dengan sangat luar biasa), seperti Albert Enstein, Jane Adams, Abraham Lincoln, William James, dan Eleanor Roosevelt.

1.2.4 Trait
Teori trait dimunculkan pertama kalinya oleh Gordon W. Allport. Selain Allport, terdapat dua orang ahli lain yang mengembangkan teori ini. Mereka adalah Raymond B. Cattell dan Hans J. Eysenck. Dalam teori-teori kepribadian, kepribadian terdiri dari antara lain trait dan tipe (type). Trait sendiri dijelaskan sebagai konstruk teoritis yang menggambarkan unit/dimensi dasar dari kepribadian. Sedangkan tipe adalah pengelompokan bermacam-macam trait. Pendekatan trait terhadap kepribadian yaitu berusaha memisahkan sifat dasar individu yang mengarahkan prilaku. Pendekatan ini memusatkan diri pada kepribadian umum dan lebih banyak berkaitan dengan pemerian kepribadian dan prediksi prilaku daripada dengan perkembangan kepribadian.
Trait merupakan disposisi untuk berperilaku dalam cara tertentu, seperti yang tercermin dalam perilaku seseorang pada berbagai situasi. Teori trait merupakan teori kepribadian yang didasari oleh beberapa asumsi, yaitu:
1. Trait berasumsi bahwa orang mempunyai perbedaan beberapa dimensi atau skala kepribadian, yang masing-masing menunjukkan suatu trait.
2. Trait merupakan pola konsisten dari pikiran, perasaan, atau tindakan yang membedakan seseorang dari yang lain
3. Trait relatif stabil dari waktu ke waktu
4. Trait konsisten dari situasi ke situasi
5. Trait merupakan kecenderungan dasar yang menetap selama kehidupan, namun karakteristik tingkah laku dapat berubah karena: ada proses adaptif adanya perbedaan kekuatan, dan kombinasi dari trait yang ada
Tingkat trait kepribadian dasar berubah dari masa remaja akhir hingga masa dewasa. McCrae dan Costa yakin bahwa selama periode dari usia 18 sampai 30 tahun, orang sedang berada dalam proses mengadopsi konfigurasi trait yang stabil, konfigurasi yang tetap stabil setelah usia 30 tahun (Feist, 2006).
Allport percaya bahwa trait menyatukan dan mengintegrasikan perilaku seseorang dengan mengakibatkan seseorang melakukan pendekatan yang serupa (baik tujuan ataupun rencananya) terhadap situasi-situasi yang berbeda. Walaupun demikian, dua orang yang memiliki trait yang sama tidak selalu menampilkan tindakan yang sama. Mereka dapat mengekspresikan trait mereka dengan cara yang berbeda. Perbedaan inilah yang membuat masing-masing individu menjadi pribadi yang unik. Oleh sebab itu Allport percaya bahwa individu hanya dapat dipahami secara parsial jika menggunakan tes-tes yang menggunakan norma kelompok.
Trait sering dikatakan ”sifat”, sifat adalah tendens determinasi predisposisi dan diberinya definisi demikian: ”Sifat adalah sistem neuropsikis yang digeneralisasikan dan diarahkan, dengan kemampuan untuk menghadapi bermacam-macam perangsang secara sama, memulai serta membimbing tingkah laku adaptif dan ekspresif secara sama, (Allport, 1951).
Trait mengacu pada karakteristik yang membedakan orang yang satu dengan orang yang lain secara konsisten dan relatif permanen. Ketika secara tidak formal kita menggambarkan diri kita sendiri atau orang lain dengan kata sifat seperti ”agresif”, ”cermat”, ”cerdas”, atau ”cemas”, kita menggunakan istilah-istilah trait. Kita menyimpulkan trait dari prilaku, kita tidak dapat membalik dan menggunakannya sebagai penjelasan prilaku. Jadi kita dapat menilai seseorang berdasarkan skala intelegensi, stabilitas, emosi, agresivitas, dan sebagainya (Rita and Richard Atkinson, 1993).

Para pakar psikologi yang bekerja dalam bidang teori trait berusaha:
1. Menemukan cara untuk mengukur trait.
a. Analisis Faktor
Merupakan teknik statistik yang rumit untuk mereduksi jumlah ukuran menjadi beberapa dimensi bebas.Dengan analisis factor kemudian Raymond Cattell mengidentifikasi 16 trait kepribadian dasar, Sixteen Personality Factor Questionnaire (16 PF) Mengumpulkan data melalui kuesioner, tes kepribadian, dan observsi prilaku dalam situasi kehidupan nyata selama lebih dari 3 dekade, pertanyaanya diubuat yang menggambarkan setiap trait, dan jawabannya dibuat agar mudah di skor. Ada 16 faktor yang menurutnya merupakan trait dasar yang mendasari kepribadian.
Contoh oleh raymond Cattell : Skor test rata-rata pada sekelompok pilot penerbang, sekelompok seniman dan sekelompok penulis, dengan membandingkan profil kepribadiannya.

Berikut diatas ini adalah gambar profil kepribadian ketiga kelompok tersebut. Dijelaskan bahwa semakin garis yang ada pada gambar ke atas, maka sifatnya makin mendekati sifat yang sebaliknya, misalkan pada penulis poin ke-J, garis kuning lebih condong ke atas, hal ini menerangkan bahwa seorang penulis tidak praktikal, namun imajinatif.
b. Minnesota Multiphasic Personality Inventori MMPI
Tersusun dari 550 pertanyaan tentang sikap, reaksi, emosional, gejala fisik, psikologis, dan pengalaman masa lalu) yang dijawab dengan ”benar”, salah”, ”tidak dapat dikatakan”.

Jenis-jenis Traits yang ada berhubungan dengan istilah temperamen dalam teori yang dikemukakan oleh Julius Bahnsen, yaitu Teori Bhansen. Tipologi J.Bahnsen adalah salah satu cara pendekatan menurut Julius Bahnsen. Menurutnya kepribadian seseorang ditentukan oleh tiga macam keadaan kejiwaan yaitu :
Temperamen dan Kemauan, posodynie, dan daya Susila

Temperamen ditentukan oleh 4 faktor, yaitu :
1. Spontanity nampak jika orang menentukan sikap terlepas dari pengaruh orang lain; jadi sikap atauperilaku tersebut benar-benar berpangkal pada jiwanya sendiri. Ada dua macam spontanitas, yaitu: Kuat dan lemah
2. Reseptivity adalah cara bagaimana orang menerima kesan, apakah cepat atau lambat. Juga disini secara teori terdapat dua macam reseptivitas, yaitu : Cepat dan lambat
3. Impresionability yaitu mendalam atau tidaknya pengaruh suatu keadaan terhadap jiwa. Secara teori dapat dibedakan menjadi dua, yaitu : Mendalam dan Tidak mendalam
4. Reaktivity adalah lama atau tidaknya suatu kesan mempengaruhi jiwa. Dibedakan menjadi dua macam, yaitu : Lama dan tidak lama

Kemudian Imanuel Kant menganggap temprament sebagai corak kepekaan dan caracter corak fikiran.
Temprament mengandung 2 aspek :
1. Aspek fisiologis: konstruksi tubuh
2. Aspek psikologis: kecendrungan kejiwaan oleh komposisi darah.
a. Tempramen perasaan: Sanguinis dan Melancholis.
b.Tempramen kegiatan: Choleris dan Phlegmatis





Gambar : Contoh kemungkinan kombinasi variasi temperamen jika dimisalkan
Spontanitas individu yang diuji telah diketahui A (kuat)
Keempat golongan ini membagi traits yang merupakan banyak kombinasi dari posisi keberadaan.
1. Sanguinis (orang dengan darah ringan) : Mudah dan kuat menerima kesan tapi tidak mendalam dan tahan lama.
Ciri-Cirinya :
a. Perasaan penuh harapan, Jarang menepati janji
b. Sesuatu pada suatu waktu dipandangnya penting, tapi kemudian tidak . .difikirkan lagi. Senang menolong orang lain tapi tidak bisa jadi sandaran
c . Sukar bertaubat jika bersalah
d. Tidak mudah bosan dengan hiburan dan permainan.
2. Temprament Melancholis (orang dengan darah berat)
Ciri-cirinya :
a. Hal yang bersangkutan dengan dirinya dipandangnya penting dan selalu . .disertai dengan kebimbangan.
b. Perhatiannya terpusat pada segi kesukaran-kesukaran.
c. Tidak mudah membuat janji, karena akan selalu berusaha menepati . . .janji, jika tidak menepati akan merisaukan dirinya.
d. Tidak mudah percaya dengan orang lain.
e. Kurang dapat melihat kesenangan orang lain.
3. Temprament Choleris (orang dengan darah panas)
a. Cepat terbakar amarah, tapi cepat padam pula
b. Tindakan-tindakanya cepat tapi tidak konstan(tidak taat aturan)
c. Selalu sibuk, namun lebih suka memerintah orang lain.
d. Selalu mengejar kehormatan
e. Suka di puji secara terang-terangan
f. Suka pada sikap semu dan formal
g. Suka bermurah hati dan melindungi, untuk mendapat penghargaan.
h. Dalam berpakaian rapi dan cermat
4. Temprament Phlegmatis (Orang dengan darah dingin)
a. Lambat menjadi panas, tetapi jika panas akan tahan lama.
b. Suka dengan tugas-tugas ilmiah, kurang peka, tidak malas

Penilaian Kepribadian

Penilaian kepribadian haruslah objektif dan tidak bias, dengan begitu, kita akan lebih memahami seseorang tanpa melihat stereotip karakteristik yang dianggap sebagai ciri khas kelompok tertentu.
Penilaian kepribadian berfungsi untuk :
1. Memilih seseorang untuk menduduki jabatan tingkat atas
2. Kemampuan seseorang mengatasi stres
3. Membantu siswa memilih jurusan
4. Penelitian, co penelitian tentang hubungan kecemasan dan prestasi di sekolah.
Berikut ada beberapa metode yang digunakan dalam penilaian kepribadian:
1. Metode Observasi
Ialah metode untuk mempelajari kejiwaan dengan sengaja mengamati secara langsung, teliti, dan sistematis. Dalam hal ini observer dapat melalui tiga cara, yaitu :
a. Instrospeksi
Intro berarti dalam dan spektare berarti melihat, jadi pada instrospeksi, individu mengalami sesuatu dan ia sendiri dapat pula mengamati, mempelajari apa yang dihayati itu.
b. Instrospeksi Ekperimental
Suatu metode instrospeksi yang dilaksanakan dengan mengadakan eksperimen-eksperimen secara sengaja dan dalam suasana yang dibuat. Metode ini berfungsi mengatasi subektivitas yang ada di metode instrospeksi.
c. Ekstrospeksi
Berarti melihat keluar, extro berarti keluar, dan speksi sama dengan spektare yang berarti melihat, jadi Ekstrospeksi adalah metode dalam ilmu jiwa yang berusaha untuk menyelidiki atau mempelajari dengan sengaja dan teratur gejala-gejala jiwa sendiri dengan membandingkan gejala jiwa oranglain dan mencoba mengambil kesimpulan dengan melihat gejala jiwa yang ditunjukkan dari mimik dan pantomik.

2. Metode Proyektif
Merupakan salah satu bentuk mekanisme pertahanan, dalam mekanisme proyeksi indvidu secara tidak sengaja menempatkan isi batin sendiri pada obyek diluar dirinya sendiri dan menghayatinya sebagai karakteristik obyek yang diluar dirinya itu. Pelopor upaya ini, Herman Rorschach seorang psikiater dari Swis dengan mencobakan sejumlah besar gambar-gambar tak struktur untuk mengungkapkan isi batin tertekan pada pasien-pasiennya. Dari sejumlah gambar-gambar, akhirnya dipilih 10 gambar yang dilakukan. Kemudian dikenal dengan nama Tes Rorschach.
3. Metode Interview
Merupakan metode penyelidikan dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan. Berbeda dengan angket yang pertanyaan-pertanyaannya diberikan secara tertulis, pada interview pertanyaan-pertanyaan diberikan secara lisan.
Keuntungan Metode Interview
a. Hal-hal yang kurang jelas dapat diperjelas,
b. Penginterview dapat menyesuaikan dengan keadaan yang diinterview,
c. Adanya hubungan langsung antar penginterview dengan yg diinterview.
Kekurangan Metode Interview
a. Penyelidikan kurang hemat, dalam waktu dan tenaga.
b. Penginterview harus memiliki keahlian, dan itu butuh waktu lama.
c. Jika interview telah ada prasangka, maka hasilnya tidak objektif.
4. Paper and Pencil
Merupakan metode penyelidikan dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan dimana pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan yang dapat menjelaskan bagaimana diri kita, yang di tanyakan melalui test terulis.

Daftar Pustaka

Atkinson, Rita. Richard C Atkinson. Ernest R Hilgard. 1983. Introduction to Psychology, Eighth Edition. Harcourt Brace Jovanovich. Terjemahan Nurjanah, taufik.1993.Pengantar Psikologi. Jakarta: Erlangga
Sujanto, Agus. Halem Lubis. Taufik Hadi. 1993. Psikologi Kepribadian. Jakarta: Bumi Aksara
Suryabrata, Sumadi. 1999.Pengembangan Alat Ukur Psikologi: Dikti Depdikbud
Suryabrata, Sumadi. 1988. Psikologi Kepribadian. Jakarta:CV. Rajawali
Ahmadi, Abu. 1998. Psikologi Umum. Jakarta: PT Rineka Cipta
http://id.wordpress.com/tag/psikologi-kepribadian/
http://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku
http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Psikoanalisis &action=edit&redlink=1

Tradisi pulang kampung atau yang lazim disebut mudik tampaknya memang sudah menjadi budaya masyarakat kita khususnya umat muslim dari jaman dahulu sampe sekarang, yang biasanya dilakukan pada saat hari raya islam Idul Fitri atau lebaran.Memang gak bisa di pungkiri, lebaran identik banget sama mudik dan orang Indonesia gak mungkin menghapuskan mudik dari daftar perencanaan kalau gak kepepet banget.
Bertemu sama keluarga besar yang mungkin cuma satu tahun sekali jadi saat yang tak tergantikan, nostalgia semasa di kampung halaman, maaf-maafan, berziarah ke pusara orang-orang tercinta, bagi-bagi THR dan merasakan segar nya udara yang gak bisa di temuin di kota yang sudah dipenuhi polusi, ya mungkin saja sebagian kota hampir kehilangan udara segarnya. Walaupun harus bermacet-macet ria, mengeluarkan banyak kocek, waktu dan tenaga mudik tetap punya kesan sendiri bagi pelakunya yang gak bisa di gantiin sama apapun.
Suasana pedesaan tentu berbeda dengan suasana kota yang penuh hiruk pikuk, ramai dengan manusia, dan kendaraan yang berjubel, bagaimana dengan penghijauannya?? Bisa dikatakan menyedihkan. Coba bandingkan berapa banyak tanaman yang ada di kota mu.Kembali ke kota tempat mengadu nasib dengan membawa banyak kenangan dan oleh-oleh khas makanan, tapi harusnya gak cuma bawa kenangan atau makanan yang sekali habis, tapi bawa sesuatu yang mungkin lebih bermanfaat buat diri sendirii dan buat orang lain. “Pohon” tanam satu pohon untuk kehidupan yang lebih baik bisa menjadi referensi tambahan di daftar oleh-oleh yang akan kita bawa ke kota, mungkin manfaatnya gak terasa sekarang, tapi suatu saat nanti yakin akan begitu bermanfaat. Eits, jangan di fikir membawa satu pohon itu ribet atau menyusahkan ya, asal ada niat yang tulus, tahu tujuannya, dan menyayangi bumi ini pasti bisa. Letakkan aja tanaman dengan pot kecil di bagasi mobil, atau jika suka dengan tanaman yang lebih besar letakkan aja di bagasi cadangan yang ada di atas mobil, kalau memang udah padet, letakkan di bawah jok mobil, gimana? Bisa kan?
Kalau gitu, sebelum pulang ke kota jangan lupa bawa minimal 1 pohon dari desa untuk menghiasi dan menyejukkan rumah mu di kota demi bumi yang lebih baik.
Go Green Indonesia Ku!!

Tags:

Semua orang pasti setuju klo ku sebut penyesalan itu datengnya selalu belakangan, semua juga gag bakal nyangkal klo masih ada manusia yang begitu takut dan gag yakin bwat mengambil sebuah keputusan kecil atau besar untuk hidupnya di masa depan. Kalo anak” seumuran ku bilang itu sikap gag PeDe atau bisa cendrung sama dengan sikap ragu yang berakibat plin-plan.
Biasanya manusia-manusia yg ngalamin hal begitu yach manusia yg kayak aku gini, muda, belum banyak pengalaman, labil, ceroboh, kurang bijak, en gag sabaran krn pngen yg instant aja.
Ragu, kata itu yg mungkin orang dewasa sering katakan ketika dihadapkan sama dua pilihan atau lebih yang sama-sama punya bobot hampir sama yg tentunya buat tambah susah aja nentuin mana yang bener-bener pas. Nah keraguan ituh yang bwat seseorang bingung untuk memilih di antara beberapa pilihan. Dan klo keraguan tersebut mengakibatkan perubahan-perubahan pilihan, maka bisa dibilang orang yg bersangkutan punya sikap plin-plan.

Keraguan seseoang sama suatu pilihan juga bisa karena kurangnya pengetahuan orang tersebut sama masing-masing komposisi pilihan-pilihan berat itu. Resiko, konsekuensi yang bahasa ringanya bisa di bilang akibat ini, bakalan dihadapi sama orang yg bersangkutan, baik ataupun buruk. Makanya setiap ambil keputusan, cuma ada dua opsi sebagai timbal baliknya, tertawa dengan rasa puas dan bangga atas dirinya, atau menangis sesal karena pernah memilih. Tapi gag menutup kemungkinan klo di dunia ini ada orang-orang yang legowo, en berprinsip klo pilihan itu yg terbaik sebelum en sesudah tau hasilnya, jamin pasti orang yg kaya’ gitu punya kehidupan yg nyaman en ringan.

Tiap menjelang bertambah umur, tiap itu juga ku merasakan kekurangan yg teramat hebat di diri ku. Dari mulai pemikiran yg sepele sampe pemikiran yg begitu besar, semua muter-muter di kepala ku. Setelah flashback, apa-apa aja sich sebenernya yg kurang, apa yg salah, en apa yg gag pernah di lakuin bwat hidup ku, ternyata banyak banget PeEr yang numpuk di pelupuk mata ini, sangking deketnya sampe gag keliatan selama ini.
Huft, sebenernya seneng banget bisa tau apa kekurangan en apa aja yg harus di rubah dari diri ini, cuma kadang-kadang si plin-plan ini selalu aja bwat gara-gara di kehidupan ku, ketika aku udah memutuskan bwat “choose that”, eh setelah jalanin en mikir lagi, berubah deh “si that” itu jadi “si this”. Semakin keras keinginan ku untuk merubah semua yg salah dari diri ku, buat kekuatan tersendiri yang mungkin aku sendiri gag kenal sama kekuatan yg ntah dateng dari penjuru bumi yg mana, yg jelas pasti udah dapet izin dari Allah SwT , aku tau itu. Plin-plan emang harus di musnahkan dari hidupku..
Maaf ya buat semua orang yang pernah jadi korban dari sikap ku ini.

Semua orang punya impian yg beda-beda bwat kehidupanya, begitu juga aku. Aku adalah cewe’ yg mulai tau apa yg ku mau, apa yg harus aku lakuin, apa yg harus ku kesampingkan, apa yg harus aku duluin, itu yg bwt aku tiba-tiba mikirin semua yg sebelumnya gag pernah terpikir, semuanya ngalir gitu aja. Ukuran baik menurut Aku ya positif gag nya suatu rencana, selama itu baik untuk ku, kenapa gag.
Karena banyaknya rencana en impian, aku sampe gag sadar klo sikap itu bwat orang-orang di sekeliling ku yg kebanyakan nice person itu says ………………

”Lu kenapa sih Nad??”

Buat sebagian orang yang mengerti gimana aku mungkin gag sulit terima itu, tapi buat orang lain yg mungkin baru kenal, ya agak aneh, kok bisa ada orang kaya’ aku yang bisa merubah keputusan penting yang mungkin bagi sebagian orang gag bisa dirubah dengan segitu cepatnya.
Dulu emang nyesel kalau salah ngambil keputusan, tapi untuk sekarang, aku gag mw ada penyesalan lagi, karena penyesalan cuma akan buat aku bergerak mundur.

dinginkan bumi

dinginkan bumi

Berbagai upaya telah banyak dilakukan oleh ilmuwan untuk menghambat laju kenaikan suhu bumi, diantaranya upaya mitigasi yang bertujuan menghambat laju penambahan emisi CO2, adaptasi, serta dengan mekanisme pembangunan bersih/ Clean Development Mechanishm (CDM). Beberapa teknologi telah diusulkan untuk berupaya menangkap CO2, menciptakan payung matahari untuk melindungi bumi dari sinar matahari, meniru proses pendinginan akibat debu letusan gunung berapi, meniru proses fotosintesis tumbuhan, serta upaya menangkap unsur CO2 dengan pohon buatan.

1. Menangkap karbon
Cara menangkap karbon dengan melarutkan CO2 di laut, dikumpulkan pada kedalaman di bawah 9800 kaki dapat mengisolasi co2 selama 1000 tahun. Menguburnya dalam tanah pada kedalaman di bawah 800 kaki akan mengurungnya selama 1000 tahun. Cara ini diaplikasikan dengan menangkap CO2 dari sumber emisi besar dan buang dalam bentuk garam,dibuang ke dalam tambang batu bara, tempat bekas cadangan minyak bumi dan atau ke dalam laut. Sistem komersial ini mampu mengurangi emisi CO2 hingga 90 % per kwh. Tetapi cara ini sangat mahal dan beresiko tinggi jika terjadi kebocoran.

2. Efek Geritol
Proses fotosintesis merupakan proses pembakaran pada tumbuhan yang membutuhkan energi matahari dan mampu menyerap CO2 serta melepaskan oksigen. Aplikasinya dengan membuang debu bijih besi untuk menumbuhkan ganggang laut yang akan menyerap CO2 dan tenggelam. Setiap ton debu biji besi, gnggangnya menyerap 100.000 ton CO2. Tetapi hal ini menyebabkan perubahan pada spesies binatang dan menimbulkan persoalan politik karena laut merupakan perairan internasional.

3. Debu letusan gunung berapi.
Abu dan SO2 dapat menekan radiasi matahari dan mendinginkan atmosfer. Aplikasinya dengan menggunakan balon,mesin jet dan artileri untuk membawa jutaan ton sulfat pada lapisan stratosfer untuk menunjukan efek pendinginan akibat meletusnya gunung berapi.

4. Payung Matahari
piringan-piringan di udara mampu memblokir 1,8 % aliran sinar matahari. Sehingga bisa diusulkan setiap 30 tahun melepaskan 20 juta kali untuk menyebarkan 16 triliun piringan refraksi di dalam orbit antaea matahari dan bumi.

Beberapa usaha tersebut diharapkan dapat mengurangi pemanasan global yang gejala-gejala nya sudah terjadi akhir-akhir ini. Berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan bumi dan laut kita, merupakan sesuatu yang akan terus dihargai dan diperjuangkan oleh generasi penerus kita.

Para ilmuwan di Amerika Serikat sedang mengembangkan sebuah “pohon sintetis” yang mampu mengumpulkan sekitar 1.000 kali karbon lebih cepat dibandingkan pohon yang sebenarnya.
Cara bekerjanya ketika angin mengalir melalui “daun” plastik, yang adalah karbon terperangkap dalam ruang, dikompresi dan disimpan sebagai cair karbon dioksida.

Teknologi ini sebenarnya sama dengan yang digunakan untuk menangkap karbon dari cerobong susunan batu bara di pembangkit listrik tenaga uap, tetapi perbedaannya adalah bahwa “pohon sintetis” dapat menangkap karbon kapan saja,dan di mana saja.

pohon sintetis

pohon sintetis

“Separuh dari emisi berasal dari kecil, di mana koleksi sumber didistribusikan pada situs adalah salah satu mungkin atau praktis,” kata Profesor Klaus Lackner, Ewing-Worzel Profesor dari Geofisika di Departemen Bumi dan Lingkungan Rekayasa di Columbia University.

“Kami bertujuan untuk aplikasi seperti pada mobil bensin atau bahan bakar di pesawat-pesawat jet. Kita akan setelah CO2 yang lain adalah hampir mustahil untuk mengumpulkan,” katanya .Lackner mulai bekerja pada sebuah konsep Ambient penangkap karbon pada tahun 1998. “Saya berpendapat kemudian kembali dan saya tetap menyatakan bahwa alasan ini dapat dilakukan, dari sudut pandang teoritis, adalah bahwa CO2 di udara sebenarnya terkonsentrasi pada suatu tempat, karena itu Anda hanya memerlukan perangkat  yang sangat kecil untuk mengumpulkan CO2 .”

Pohon sintetis tampak lebih umum dan simpel dibandingkan dari kenyamanan sebuah blok hi-tech untuk mengurangi emisi karbon, tetapi sangat efisien untuk ukuran jika dibandingkan, misalnya, untuk yang modern menghasilkan daya-turbin angin.

Sebenarnya awal kekhawatiran atas biaya teknologi yang difokuskan pada “front-end” karbon kolektor, termasuk sorbent digunakan untuk menangkap karbon dioksida di udara. Tetapi setelah bertahun-tahun penelitian, Lackner  dan rekan-rekannya telah mengembangkan sorbent yang “dekat dengan yang ideal,” karena menggunakan relatif sedikit energi untuk melepaskan CO2 dan tidak begitu mahal.

Berdasarkan biaya-dasar, pohon sintetis tidak dapat bersaing dengan batu bara modern listrik yang dirancang untuk melepaskan emisi karbon yang lebih sedikit tua daripada pendahulu mereka. Tetapi ia mengatakan bila dibandingkan dengan biaya retro-fitting pembangkit listrik dari batu bara, maka “pohon sintetis” menjadi lebih unggul.

Lithium ion telah menjadi  baterai pilihan untuk kendaraan listrik, hal ini mengarahkan para peneliti teknologi untuk meningkatkan kinerja, usia lanjut, dan kehandalan baterai. Sebuah baterai jenis baru dari nanowire elektroda yang dikembangkan oleh profesor ilmu dan teknik material teknik,Yi Cui di Stanford merupakan sebuah langkah pertama.

nanowires

nanowires

Elektroda baru, dibahas dalam minggu terakhir dari Nano Letters, dapat menyimpan sebanyak enam kali biaya sebanyak grafit electrodes dalam baterai lithium saat ini, yang berarti  mobil listrik/ hybird dapat memberikan jarak tempuh lebih banyak per pengisian sesi.

Bila baterai lithium diisi ulang/charge, lithium ions bergerak dari elektroda positif (katoda) ke anoda negatif. Silicon adalah bahan yang menjanjikan untuk anoda karena dapat menyimpan lebih dari 10 kali lebih banyak sebanyak ions grafit pada saat  berat yang sama. Tetapi ketika silicon diisi ulang/charge, itu akan menjadi empat kali volume aslinya, dan akan rusak setelah beberapa kali pengisian.

Nanowires baru memanfaatkan properti silicon dan grafit. Cui dan rekan membuat bahan dengan mengumpulkan karbon amorphous pada silicon nanowires. Wires yang dapat menyimpan pengisian ulang/charge dari sekitar 2.000 milliamp jam per gram, sedangkan grafit anoda kurang dari 360 toko milliamp jam per gram. Sementara itu, inti karbon semakin membuat nanowires kuat. Lithium ions juga bisa diserap ke dalam karbon, “namun volume ekspansi karbon adalah 10 persen atau lebih kecil, sehingga itu membuat kerangka harus stabi. Dalam tes, nanowires dapat melakukan performa dengan baik untuk lebih dari 50 siklus pengisian.
Para peneliti yang sebelumnya membuat electroda murni dari kristal silicon nanowire hanya berlangsung melalui 20 siklus pengisian.

Karbon silicon-nanowires juga lebih mudah untuk dibuat. Mereka tidak memerlukan suhu yang tinggi yang diperlukan untuk pertumbuhan silicon yang hanya nanowires. Karbon nanofiber komersial sudah tersedia dan dapat dihasilkan berton-ton nanowires. Proses pelapisan juga dapat membuat lebih banyak, lebih cepat dan lebih mudah bagi industri manufaktur skala besar. Tentu saja penemuan teknologi karbon silicon nanowire merupakan terobosan yang menjanjikan bagi industri kendaraan listrik/hybird.

  • GOOGLE TRANSLATOR

  • Categories

    Blog Stats

    • 16,721 hits

    kalender

    April 2017
    M T W T F S S
    « Feb    
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930

    flag counter

    free counters

    HCC

    Himatektro Computer Course

    my yahoo

    pagerank