Posted by: nadh on: August 18, 2009
Lithium ion telah menjadi baterai pilihan untuk kendaraan listrik, hal ini mengarahkan para peneliti teknologi untuk meningkatkan kinerja, usia lanjut, dan kehandalan baterai. Sebuah baterai jenis baru dari nanowire elektroda yang dikembangkan oleh profesor ilmu dan teknik material teknik,Yi Cui di Stanford merupakan sebuah langkah pertama.
Elektroda baru, dibahas dalam minggu terakhir dari Nano Letters, dapat menyimpan sebanyak enam kali biaya sebanyak grafit electrodes dalam baterai lithium saat ini, yang berarti mobil listrik/ hybird dapat memberikan jarak tempuh lebih banyak per pengisian sesi.
Bila baterai lithium diisi ulang/charge, lithium ions bergerak dari elektroda positif (katoda) ke anoda negatif. Silicon adalah bahan yang menjanjikan untuk anoda karena dapat menyimpan lebih dari 10 kali lebih banyak sebanyak ions grafit pada saat berat yang sama. Tetapi ketika silicon diisi ulang/charge, itu akan menjadi empat kali volume aslinya, dan akan rusak setelah beberapa kali pengisian.
Nanowires baru memanfaatkan properti silicon dan grafit. Cui dan rekan membuat bahan dengan mengumpulkan karbon amorphous pada silicon nanowires. Wires yang dapat menyimpan pengisian ulang/charge dari sekitar 2.000 milliamp jam per gram, sedangkan grafit anoda kurang dari 360 toko milliamp jam per gram. Sementara itu, inti karbon semakin membuat nanowires kuat. Lithium ions juga bisa diserap ke dalam karbon, “namun volume ekspansi karbon adalah 10 persen atau lebih kecil, sehingga itu membuat kerangka harus stabi. Dalam tes, nanowires dapat melakukan performa dengan baik untuk lebih dari 50 siklus pengisian.
Para peneliti yang sebelumnya membuat electroda murni dari kristal silicon nanowire hanya berlangsung melalui 20 siklus pengisian.
Karbon silicon-nanowires juga lebih mudah untuk dibuat. Mereka tidak memerlukan suhu yang tinggi yang diperlukan untuk pertumbuhan silicon yang hanya nanowires. Karbon nanofiber komersial sudah tersedia dan dapat dihasilkan berton-ton nanowires. Proses pelapisan juga dapat membuat lebih banyak, lebih cepat dan lebih mudah bagi industri manufaktur skala besar. Tentu saja penemuan teknologi karbon silicon nanowire merupakan terobosan yang menjanjikan bagi industri kendaraan listrik/hybird.